H. Tumrat : " Kembang Telon itu Amal Jariyah"

Jumat Legi, 26 Juni 2015 10:21 WIB ∼ 1458

Para wali di tanah Jawa dalam menyebarkan agama Islam dulu biasanya memanfaat budaya yang ada di masyarakat. Salah satunya tentang kebiasaan mendoakan orang yang sudah meninggal disertai dengan menyediakan "kembang telon". Demikian dikatakan oleh H. Tumrat, S.Ag. Ketua Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Sanden dalam pengajian Jumat pagi di Pendopo Kecamatan Sanden.

"Jika dirunut, sebenarnya kembang telon itu bermakan amal jariyah. Setiap orang yang meninggal terputus amal perbuatannya, kecuali tiga hal. Ke tiga hal tersebut diperlambangkan dengan kembang telon. Bunga melati melambangkan amal yang sejati, bunga kanthil maksudnya kanthi ilmu atau dengan ilmu. Sedangkan bunga kenanga bemakan kena donga (dapat doa) dari ank sholih," kata Tumrat.

Tanpa bunga telon pun, tambah Tumrat, atau tiga jenis bunga tersebut diganti dengan bunga lain, sebenarnya tidak ada masalah karena Alloh itu Maha Mendengar. "Sehingga sebenarnya dalam berdoa itu kita tidak perlu keras-keras tetapi dengan lembut. 

Di sisi lain Tumrat juga mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid agar masjid banyak jamaahnya tidak hanya di bulan Romadhon.

 


Puskesmas
di Kecamatan Sanden

Puskesmas Sanden

Puskesmas Sanden

Pucanganom, Murtigading, Sanden, Bantul
(0274) 6464295, 7466886

Komando Rayon Militer Sanden

Koramil / Komando Rayon Militer Sanden

Pucanganom, Murtigading, Sanden, Bantul

Kepolisian Sektor Sanden

Polsek / Kepolisian Sektor Sanden

Jl. Kalimundu Km 1.5 Sanden, Bantul
(0274) 7101510

Kantor Urusan Agama Sanden

KUA / Kantor Urusan Agama Sanden

Pucanganom, Murtigading, Sanden, Bantul
(0274) 7491435