Kunjungan ke Ponpes Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlah) Malang

Jumat Pahing, 4 Oktober 2019 14:55 WIB ∼ 133

Foto Berita

Kunjungan ke Ponpes Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlah) Malang.

Camat Sanden beserta karyawan-Karyawati Kecamatan Sanden melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlah) Kompleks Masjid Tiban, Turen Malang Jawa Timur Sabtu (28/9/2019). Kegiatan ini dalam rangka resfreshing Karyawan-Karyawati Kecamatan Sanden sekaligus pelepasan Kasubag PKA Bejo Santoso yang sudah purna tugas (pensiun). 

Pondok Pesantren tersebut konon mulai dibangun pada tahun 1978 oleh Romo Kiai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang akrab disapa Romo Kiai Ahmad. Bangunan utama pondok dan masjid tersebut sudah mencapai 10 lantai, tingkat 1 sampai dengan 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para Santri Pondokan, lantai 6 seperti ruang keluarga, sedangkan lantai 5, 7, 8 terdapat toko-toko kecil yang di kelola oleh para Santriwati (Santri Wanita), berbagai macam makanan ringan dijual dengan harga murah, selain itu ada juga barang-barang yang dijual berupa pakaian Sarung, Sajadah, Jilbab, Tasbih, dan sebagainya. Tak hanya unik, di dalam ponpes tersebut juga tersedia kolam renang, dilengkapi perahu yang hanya khusus untuk dinaiki wisatawan anak-anak. Di dalam komplek ponpes itu juga terdapat berbagai jenis binatang seperti kijang, monyet, kelinci, aneka jenis ayam, dan burung. 
Arsitek dari pembangunan ponpes ini bukanlah seseorang yang belajar dari ilmu arsitektur perguruan tinggi, melainkan hasil dari istikharah pemilik pondok, KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh. Karenanya, bentuknya menjadi sangat unik, seperti perpaduan timur tengah, china dan modern. Untuk pembangunannya pun tidak menggunakan alat-alat berat dan modern seperti halnya untuk membangun gedung bertingkat. Semuanya dikerjakan oleh para santri yang berjumlah 250 orang dan beberapa penduduk di sekitar pondok. Romo Kiai sudah mulai membangun pondok dengan material apa adanya. Contohnya, waktu itu adanya baru batu merah saja maka batu merah itulah yang dipasang dengan luluh (adonan) dari tanah liat (lumpur atau ledok). http://masjid-malang-ajaib-tiban.blogspot.com/2014/11/masjid-tiban-turen-malang-jawa-timur.html
Setelah kunjungan dari Masjid Tiban, dilanjutkan perjalanan ke Kampung Coklat Blitar. Tak bisa dipungkiri, selain karena rasanya yang manis, coklat menjadi salah satu makanan favorit banyak kalangan karena manfaatnya yang mampu menenangkan. Kampung Coklat ini merupakan tempat pembudidayaan buah coklat oleh warga swasta setempat. Di Kampung Coklat daerah Blitar ini kita bisa menemukan banyak sekali pohon coklat yang siap panen dan sedang berbuah. Kita bisa menyaksikan langsung cara mengelola buah coklat sampai dengan menyajikannya menjadi coklat siap saji. Di sini pula, kita akan menemukan banyak kios dan cafe mini yang menjual makanan dan minuman yang terbuat dari coklat.

Lokasi Kampung Coklat Blitar ini berada di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar Jawa Timur. Letak Kampung Coklat Blitar jatim ini menempati kebun coklat seluas 750 meter persegi. Suasana yang diciptakan dari tempat ini sangat khas. Tempat duduk yang dibuat untuk para pengunjung berada di bawah pepohonan coklat. Selain kita bisa melihat secara langsung para petugas yang sedang memetik coklat, tempat ini cocok juga dijadikan tempat untuk berfoto.

Banyak sekali wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke tempat ini. Tidak hanya pada hari libur, hari-hari biasa pun Kampung Coklat dikunjungi oleh para penikmat coklat. Hanya saja, ketika hari biasa, pengunjung tidak seramai ketika hari libur maupun musim liburan.

https://tempatwisataindonesia.id/kampung-coklat-blitar/

Setelah dari Kampung Coklat, dilanjutkan perjalanan menuju Makam Bung Karno di Blitar Jawa Timur. Keberadaan makam Bung Karno di Blitar menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung. Setiap hari kompleks makam seluas lebih dari 1,8 hektare ini selalu ramai dikunjungi. Apalagi setelah adanya perpustakaan dan museum kecil yang terbuka untuk masyarakat umum, pengunjung pun bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak mengenai perjuangan Bung Karno. Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas musala dan pendapa paseban sebagai tempat pengunjung yang ingin beristirahat. Kompleks makam Bung Karno ini terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan Kota Blitar, tepatnya di Jl. Slamet Riyadi. Pusara Bung Karno dan kedua orangtuanya ditempatkan di sebuah bangunan berbentuk joglo, ciri khas bangunan masyarakat Jawa, yang disebut dengan Cungkup Astana Mulyo. Nisan Bung Karno yang terbuat dari batu pualam besar berwarna hitam, bertuliskan: “Di sini dimakamkan Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Penyambung Lidah Rakyat”. https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/gunung-bromo 

  

 
 

Puskesmas
di Kecamatan Sanden

Puskesmas Sanden

Puskesmas Sanden

Pucanganom, Murtigading, Sanden, Bantul
(0274) 6464295, 7466886

Komando Rayon Militer Sanden

Koramil / Komando Rayon Militer Sanden

Pucanganom, Murtigading, Sanden, Bantul

Kepolisian Sektor Sanden

Polsek / Kepolisian Sektor Sanden

Jl. Kalimundu Km 1.5 Sanden, Bantul
(0274) 7101510

Kantor Urusan Agama Sanden

KUA / Kantor Urusan Agama Sanden

Pucanganom, Murtigading, Sanden, Bantul
(0274) 7491435